Kemampuan intelektual bagi anak tunagrahita merupakan hal yang sulit untuk di upayakan, mengingat karakteristik khusus yang ada padanya. Namun kemampuan lain yang dapat dikembangkan adalah pada hal-hal yang bersifat praktis yang dapat dipergunakannya sebagai bekal agar dapat hidup mandiri. Kemampuan tersebut harus diperkenalkan kepada mereka sejak dini agar anak dapat terbiasa dan mampu mengurus dirinya sendiri disaat tidak sedang bersama orangtua.
Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Bhakti Pertiwi mendapatkan pembelajaran keterampilan mulai kelas IV SD. Pembelajaran keterampilan sederhana yang diterima siswa pada kesempatan hari ini adalah praktek membuat kue bawang. Para siswa belajar membaut makanan ringan berbahan dasar tepung dan bawang ini mulai dari mengupas bawang, menimbang tepung, mencampur adonan, hingga menggorengnya. Siswa satu persatu mempraktekkan cara mengupas bawang dengan baik dengan bimbingan dan pendampingan guru. Hasil dari kegiatan ini adalah kue bawang seperti yang dijual di warung. Selain membuat kue bawang, di lain waktu anak-anak juga belajar membuat telur dadar, menggoreng tempe dan membuat nasi goreng. Setelah pelajaran selesai, anak-anak dapat menikmati hasil belajar mereka. Guru keterampilan menjelaskan bahwa memang keterampilan sederhana ini diajarkan sejak kelas IV SDLB dengan tujuan agar mereka bisa membuat sarapan untuk dirinya sendiri, sehingga jika orangtua sedang repot atau tidak sedang dirumah, mereka dapat mengurus dirinya sendiri. (agz)




Share on Google Plus

About SLB Bhakti Pertiwi

SLB Bhakti Pertiwi adalah tempat belajar dan mengembangkan diri bagi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sekolah ini berada dibawah naungan LP Ma'arif NU DIY dan Dinas Dikpora DIY. Sekolah terletak di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY. Visi sekolah adalah terciptanya ABK yang taqwa, terampil, mandiri, dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan.

0 coment�rios :