Bismillah. Alhamdulillah. Yang namanya berikhtiar, tentu ada pengalaman-pengalaman yang dilalui sepanjang perjalanan. Begitu juga kegiatan keterampilan peternakan ayam kampung di SLB Bhakti Pertiwi.

Pagi hari kemarin, Hendi dan Ade dikejutkan dengan menumpuknya ayam di pojok utara dan pojok selatan kandang. Setelah didekati, ayam-ayam tersebut dalam kondisi mati. Padahal hari sebelumnya mereka masih sehat. Setelah dihitung, jumlah mereka ada 90 ekor. Ayam-ayam tersebut selanjutnya dimasukkan dalam karung.

Penyebab matinya ayam-ayam yang baru berumur 30 hari tersebut diperkirakan karena masuknya binatang buas. Hal ini ditandai dengan adanya beberapa bangkai ayam yang memiliki luka gigitan pada kepala dan leher. Binatang pemangsa tersebut seperti musang kecil atau yang dalam bahasa Jawa disebut garangan. Hal ini mengingat lokasi kandang yang bersebelahan dengan persawahan. Selain itu, berkumpulnya ayam-ayam di pojok kandang menandakan bahwa ayam-ayam tersebut merasa terancam sehingga panik dan ketakutan.

Akhirnya bangkai-bangkai ayam yang telah dimasukkan ke dalam karung tersebut dikubur agar tidak menimbulkan bau. Kini, Hendi dan Ade lebih berhati-hati dengan mengecek kandang agar tidak ada celah yang terlalu lebar sehingga hewan pemangsa bisa masuk.

Hendi menunjukkan ayam yang mati



Share on Google Plus

About SLB Bhakti Pertiwi

SLB Bhakti Pertiwi adalah tempat belajar dan mengembangkan diri bagi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sekolah ini berada dibawah naungan LP Ma'arif NU DIY dan Dinas Dikpora DIY. Sekolah terletak di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY. Visi sekolah adalah terciptanya ABK yang taqwa, terampil, mandiri, dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan.

1 coment�rios :

Unknown said...
This comment has been removed by a blog administrator.