Ahmad Muslik atau yang biasa dipanggil Ucik mengalami luka dan pingsan setelah kejatuhan genteng. Cerita bermula ketika sirine berbunyi, tanda bahwa gempa terjadi. Para siswa selanjutnya berlindung di bawah meja dan melindungi diri masing-masing. Setelah guncangan berhenti, para siswa selanjutnya mengambil tas masing-masing dan melindungi kepala dengan tas tersebut. Mereka berbaris berjalan menuju titik kumpul. Namun setelah sampai di titik kumpul, Ucik berlari ke kelas karena ingat akan uangnya yang masih ada di laci meja. Seketika itu gempa terjadi lagi dan ia tertimpa genteng di kepalanya. Ia pun pingsan. Setelah guncangan berhenti, teman-teman yang menyaksikan kejadian itu segera membopongnya ke tempat terbuka untuk menyelamatkan dirinya. Begitu sampai di tempat terbuka, ia mendapatkan pertolongan pertama dan balutan perban di kepala.

Kejadian tersebut berlangsung di SLB Bhakti Pertiwi dalam simulasi penyelamatan diri saat terjadi gempa. Selain Ucik, beberapa siswa yang menjadi model dalam kegiatan ini adalah Ade. Ia mendapatkan peran patah tulang tangan setelah tertimpa kayu blandar. Senada dengan Ucik, ia kembali masuk ke ruangan setelah terjadi gempa yang akhirnya terjadi gempa susulan. Siswa SLB Bhakti Pertiwi unit 1 yang terdiri jenjang TKLB dan SDLB juga melaksanakan latihan simulasi ini. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa meningkat kepekaan dan kesadarannya dalam menyelamatkan diri dengan benar ketika gempa terjadi. 



Share on Google Plus

About SLB Bhakti Pertiwi

SLB Bhakti Pertiwi adalah tempat belajar dan mengembangkan diri bagi Anak-Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sekolah ini berada dibawah naungan LP Ma'arif NU DIY dan Dinas Dikpora DIY. Sekolah terletak di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY. Visi sekolah adalah terciptanya ABK yang taqwa, terampil, mandiri, dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan.

0 coment�rios :